SENDAWAR — Kemeriahan Dahau E-Sport Competition 2025 menjadi warna baru dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Kutai Barat. Ajang yang dibuka oleh Bupati Kutai Barat Frederick Edwin di halaman Makodim 0912/Kubar, Senin (27/10/2025), ini sukses menarik perhatian generasi muda dari berbagai kecamatan.
Terdapat tiga kategori yang dipertandingkan, yakni Mobile Legends diikuti 98 tim, PUBG Mobile dengan 32 tim, dan Free Fire sebanyak 60 tim. Total keseluruhan peserta mencapai 858 orang, menjadikan turnamen ini yang terbesar sepanjang penyelenggaraan Dahau E-Sport.
Acara turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Ketua I DPRD Kutai Barat Sepe Martinus, serta jajaran pejabat dan tokoh masyarakat. Kehadiran DPRD menunjukkan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memberikan ruang positif bagi generasi muda di bidang teknologi dan olahraga digital.
Ketua ESI Kutai Barat, Robert, menyebut kegiatan ini sebagai wujud pembinaan minat dan bakat anak muda agar berprestasi di level nasional. Sementara itu, Sepe Martinus menilai ajang ini sejalan dengan semangat pembangunan daerah yang berorientasi pada inovasi.
“E-sport adalah bagian dari transformasi digital. Anak muda Kutai Barat harus mengambil peran dalam dunia yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi,” tegasnya.
DPRD Kutai Barat berkomitmen mendukung kegiatan yang membangun karakter, kreativitas, dan semangat kompetitif generasi muda. Festival Dahau, menurutnya, bukan hanya perayaan budaya, tetapi wadah mencetak sumber daya manusia unggul dan adaptif terhadap zaman.