Kutai Barat — Ketua DPRD Kutai Barat, Ridwai SH, meminta pemerintah daerah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap konsep penyelenggaraan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kutai Barat. Ia menilai, meskipun peringatan HUT ke-26 berlangsung meriah, sejumlah fasilitas yang digunakan masih bersifat sementara dan tidak memberikan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat.
Menurutnya, pola penggunaan bangunan tenda dan lapak sementara membuat kawasan festival tidak meninggalkan sarana publik yang dapat dimanfaatkan setelah acara selesai. Hal ini dianggap kurang efisien, khususnya bagi pelaku UMKM yang membutuhkan ruang usaha yang dapat digunakan secara berkelanjutan.
“Setiap tahun fasilitasnya kembali dibongkar. Sayang sekali kalau pemerintah tidak merancang area permanen yang bisa dimanfaatkan masyarakat setelah perayaan selesai,” ujar Ridwai.
Ia mengusulkan agar Pemkab Kutai Barat membangun sentra UMKM permanen, zona kuliner khas, hingga ruang pameran yang dapat digunakan masyarakat sepanjang tahun. Selain meningkatkan estetika kawasan, langkah tersebut juga akan memperkuat sektor ekonomi kreatif dan mempercantik wajah kota.
“Kalau ada lokasi tetap yang rapi dan estetik, itu tidak hanya memperindah kota tetapi juga membuka peluang ekonomi. Pelaku UMKM tidak perlu menunggu event besar untuk berjualan,” tegasnya.
Ridwai berharap pemerintah mulai menyusun konsep kawasan festival terpadu, termasuk penataan pedestrian, area pertunjukan, pusat kuliner, hingga galeri produk lokal.
Dengan penataan yang lebih terencana, ujarnya, perayaan HUT ke depan dapat menjadi magnet wisata budaya yang lebih kuat sekaligus memperkuat identitas Kutai Barat sebagai kota budaya.