SENDAWAR — Pada usia ke-26 tahun, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menegaskan komitmennya dalam memperluas layanan dasar bagi masyarakat, terutama akses listrik, air bersih, dan jaringan internet. Hal ini disampaikan Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, dalam Rapat Paripurna Istimewa HUT Kubar ke-26 di Gedung DPRD, Selasa (4/11/2025).
Menurut Bupati, saat ini 164 kampung atau 87 persen wilayah Kutai Barat telah menikmati listrik PLN. Namun masih terdapat 30 kampung yang belum teraliri listrik, tersebar di sembilan kecamatan.
“Koordinasi intensif terus dilakukan dengan PLN untuk mempercepat penyediaan listrik, termasuk penambahan infrastruktur pendukung di kampung-kampung yang belum tersentuh jaringan,” jelasnya.
Selain listrik, Pemkab juga mencatat masih terdapat 46 kampung berstatus blank spot, meski 103 kampung sudah terlayani jaringan internet.
Untuk mengatasi kesenjangan digital ini, pemerintah sedang menyiapkan penyediaan akses internet berbasis BTS, bekerja sama dengan kementerian terkait karena masuk kewenangan pemerintah pusat.
Sementara itu, layanan air bersih melalui PDAM baru mencapai 39,19 persen dari total penduduk. Pada tahun 2025, pemerintah akan membangun 45 kilometer jaringan pipa distribusi PDAM guna memperluas cakupan layanan.
Sebagai bentuk perhatian terhadap warga, Pemkab juga memberikan subsidi pemasangan Sambungan Rumah (SR) untuk 1.000 kepala keluarga di 17 kampung.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan layanan dasar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kutai Barat.