Kutai Barat — Peringatan HUT ke-26 Kabupaten Kutai Barat tahun ini tidak hanya dirayakan dengan pesta rakyat dan Festival Dahau, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat terhadap perjalanan panjang perjuangan para pendiri daerah. Dalam acara tersebut, 19 tokoh yang berperan penting dalam pemekaran Kutai Barat menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.
Ismael Thomas, salah satu tokoh utama pembentukan Kabupaten Kutai Barat, memberikan pesan mendalam mengenai nilai sejarah yang tidak boleh dilupakan generasi saat ini. Ia mengingat masa-masa sulit ketika Kutai Barat masih berupa wilayah pedalaman yang minim infrastruktur.
“Bangunan, jalan, sekolah, hingga layanan masyarakat yang kita lihat hari ini adalah buah dari perjuangan panjang para perintis. Sejarah tidak pernah menipu—hasilnya dapat kita lihat dan rasakan,” ujar Ismael.
DPRD Kutai Barat menilai bahwa pemberian penghargaan ini merupakan langkah tepat untuk menguatkan ingatan kolektif masyarakat mengenai proses panjang terbentuknya Kutai Barat hingga berkembang menjadi daerah yang memiliki daya saing.
Pemkab Kutai Barat berkomitmen menjadikan pemberian penghargaan ini sebagai agenda rutin agar generasi penerus memahami bahwa kemajuan daerah tidak hadir secara instan, tetapi melalui tahapan perjuangan dan dedikasi para pemimpin terdahulu.
Bupati Frederick Edwin menegaskan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan tradisi tersebut untuk menjaga warisan sejarah dan menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada anak muda di Kutai Barat.
“Penghargaan ini adalah pengingat bahwa semangat pendahulu harus menjadi dasar kita melangkah ke depan,” kata Bupati Edwin.