Kutai Barat — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan Ketua DPRD Kutai Barat, Ridwai SH, pada Upacara Hari Jadi ke-26 Kutai Barat di Taman Budaya Sendawar.
Ridwai menegaskan bahwa sejak terbentuknya DPRD Kutai Barat tahun 2000, lembaga legislatif memiliki tanggung jawab strategis untuk mengawal kebijakan agar tetap berpihak pada masyarakat. Peran tersebut, menurutnya, menjadi semakin penting di tengah tantangan pembangunan modern.
“DPRD adalah mitra utama pemerintah. Kami memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan tetap memegang teguh nilai-nilai budaya lokal,” jelasnya.
Ia menambahkan, fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran harus dijalankan secara seimbang untuk menghasilkan kebijakan publik yang kuat. Dalam konteks ini, DPRD tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga memastikan pembangunan manusia dan pelestarian budaya berjalan berdampingan.
Ridwai juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Jadi sebagai momen memperkuat harmoni sosial. Menurutnya, Kutai Barat dibangun dari semangat Persatuan dan gotong royong, mulai dari masa pejabat penghubung bupati tahun 1964 hingga terbentuknya pemerintahan definitif pada tahun 1999.
“Semangat pemekaran daerah adalah semangat persatuan. Itu yang harus kita jaga dalam membangun Kutai Barat hari ini,” tegasnya.
Upacara peringatan turut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh adat, serta organisasi kepemudaan. DPRD menegaskan akan terus mendorong pembangunan modern yang tetap berpijak pada identitas lokal Kutai Barat.