Festival Dahau 2025 Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kutai Barat
Ketua Panitia HUT Kubar Ke - 26, FX Sumardi (Ist.)

Festival Dahau 2025 Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kutai Barat

Oleh M. Nur • 07 November 2025

Advetorial DPRD Kutai Barat

Kutai Barat — Selama dua pekan pelaksanaan, Festival Dahau 2025 sukses menjadi pusat perhatian masyarakat Kalimantan Timur. Ajang yang sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Barat ini tak hanya memamerkan pesona budaya, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi yang nyata bagi warga lokal.

 

Bupati Kutai Barat, Frederik Edwin, menyampaikan bahwa Festival Dahau bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mengembangkan potensi pariwisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif.

 

“Festival ini adalah wujud nyata dari harmoni antara pelestarian budaya dan pertumbuhan ekonomi. Kutai Barat memiliki kekayaan tradisi dan alam yang luar biasa. Tugas kita adalah mengemasnya agar memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Bupati.

 

Kegiatan yang digelar di berbagai titik, mulai dari Taman Budaya Sendawar hingga Alun-Alun Itho, dihadiri ratusan ribu pengunjung. Lonjakan tersebut menciptakan efek ekonomi yang signifikan bagi sektor perdagangan, transportasi, kuliner, dan penginapan di sekitar Sendawar.

 

Menurut laporan Ketua Panitia HUT sekaligus Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, FX Sumardi, nilai perputaran uang selama Festival Dahau 2025 mencapai sekitar Rp6,5 miliar, sebagian besar berasal dari aktivitas UMKM lokal dan pelaku ekonomi kreatif.

 

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Banyak pelaku usaha kecil yang memperoleh keuntungan langsung dari kegiatan ini. Ini bukti bahwa kegiatan budaya juga berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah,” jelas Sumardi.

 

Sementara itu, Ketua DPRD Kutai Barat, Ridwai SH, menilai keberhasilan penyelenggaraan Dahau tahun ini menjadi indikator positif bagi pengembangan sektor pariwisata di daerah. Menurutnya, ekonomi berbasis budaya merupakan salah satu kunci pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

 

“DPRD melihat Festival Dahau bukan sekadar event budaya, tapi juga momentum strategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif harus ditempatkan sebagai motor pertumbuhan baru Kutai Barat,” tegas Ridwai.

 

Ridwai menambahkan, DPRD berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan daerah yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan berbasis potensi lokal.

 

“Setiap kegiatan budaya seperti Dahau harus mampu memberi dampak langsung bagi ekonomi kampung. Dengan pengelolaan yang profesional, Kutai Barat bisa menjadi pusat wisata budaya di pedalaman Kalimantan,” ujarnya.

 

Penyelenggaraan Festival Dahau tahun ini juga menjadi bukti nyata bahwa pariwisata daerah dapat tumbuh seiring pelestarian tradisi. Kolaborasi antara pemerintah, DPRD, pelaku UMKM, dan masyarakat adat menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi tidak harus mengorbankan nilai-nilai budaya

 

“Ketika budaya hidup, ekonomi pun bergerak. Semangat inilah yang harus terus kita jaga agar Kutai Barat tumbuh menjadi daerah yang maju, berbudaya, dan sejahtera,” tutup Ridwai.

👁️ 713 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Memuat cuaca berdasarkan lokasi Anda...

Logo Portal