KUTAI BARAT — Anggota DPRD Kutai Barat Henrik mendorong pemerintah daerah segera membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sederhana di Kampung Muara Ohong sebagai solusi cepat dan murah terhadap krisis air bersih yang dialami masyarakat setempat.
Menurutnya, potensi sumber air bersih di sekitar kampung sangat dekat dan mudah dimanfaatkan.
“Sumber airnya hanya sekitar 1,5 kilometer dari pemukiman. Artinya, kalau pemerintah memasang pipa dan sistem pompa sederhana, masalah ini bisa selesai,” kata Henrik
Ia menilai pembangunan SPAM kecil tersebut merupakan investasi yang sangat efisien dibandingkan dengan manfaatnya yang besar. Dengan jaringan pipa yang terpasang, warga tidak lagi harus membeli air galon dari luar atau sepenuhnya mengandalkan air danau.
Henrik juga menyoroti bahwa kondisi geografis Muara Ohong yang berada di atas perairan Danau Jempang bukan alasan untuk mengabaikan layanan dasar.
“Justru karena mereka berada di wilayah perairan, mereka butuh sistem air yang lebih baik. Kebutuhan air bersih itu hak masyarakat,” tegasnya.
Jika berhasil direalisasikan, proyek SPAM ini dapat menjadi pilot project bagi kampung-kampung lain di pesisir Danau Jempang yang menghadapi masalah serupa.
“Kalau ini jalan, kita bisa replikasi ke kampung lain. Ini penting demi pemerataan pembangunan,” tutup Henrik.