KUTAI BARAT — Ketua DPRD Kutai Barat, Ridwai SH, menilai peringatan HUT ke-26 Kutai Barat sudah berjalan baik, namun masih membutuhkan penguatan konsep, khususnya pada program-program budaya dan olahraga tradisional. Hal ini disampaikannya sebagai bagian dari evaluasi terhadap penyelenggaraan Dahau 2025.
Ridwai menjelaskan bahwa olahraga tradisional Kutai Barat memiliki nilai budaya yang kuat dan selama ini menjadi salah satu sarana memperkenalkan identitas masyarakat pedalaman Mahakam. Karena itu, ia menilai pemerintah perlu meningkatkan porsi kegiatan budaya dan olahraga tradisional dalam agenda HUT tahun-tahun berikutnya.
“Kegiatan olahraga tradisional harus diperbanyak. Ini bukan hanya hiburan, tapi juga media edukasi bagi generasi muda agar mereka mengenal budaya sendiri,” tegasnya.
Ia mengatakan, perayaan HUT seharusnya menjadi momentum memperkuat karakter daerah, bukan sekadar pesta tahunan. Dengan lebih banyak menampilkan permainan rakyat, kesenian etnis, tradisi kampung, dan aktivitas budaya lokal lainnya, peringatan HUT akan memiliki dampak sosial yang lebih luas.
Ridwai juga menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan masyarakat yang cukup besar dalam perayaan tahun ini, namun menegaskan perlu ada konsep yang lebih terarah agar nilai pelestarian budaya semakin menonjol.
“Kita ingin rangkaian kegiatan HUT menjadi ruang belajar, ruang ekspresi budaya, dan ruang kebersamaan. Tidak hanya meriah, tetapi juga punya makna,” katanya.
DPRD Kutai Barat pun siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam menyusun kegiatan tahunan berbasis budaya lokal, termasuk melalui kebijakan anggaran dan koordinasi lintas sektor.
Dengan penguatan agenda budaya dan olahraga tradisional, Ridwai yakin perayaan HUT Kutai Barat akan semakin berkualitas dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat.