Rinaldi Kafka Nahkodai POBSI Kukar, Kirim Sinyal Putus Mata Rantai Titipan dan Kepentingan
Rinaldi Kafka, Ketua Umum POBSI Kukar 2026-2030

Rinaldi Kafka Nahkodai POBSI Kukar, Kirim Sinyal Putus Mata Rantai Titipan dan Kepentingan

Oleh Boy • 21 January 2026

Daerah

Arusmahakam.id, Tenggarong – Musyawarah Cabang (Muscab) lanjutan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (21/1), tak sekadar memilih ketua umum. Forum ini menjadi arena penentuan arah: apakah biliar Kukar terus terjebak dalam pola lama, atau berani berbenah melalui sistem yang bersih dan berkeadilan.

 

Setelah sempat tertunda pada Jum’at (16/1) akibat tarik-menarik kepentingan internal—terutama soal hak pemilik rumah biliar yang menuntut dilibatkan sesuai AD/ART—Muscab akhirnya menetapkan Rinaldi Kafka sebagai Ketua Umum POBSI Kukar 2026–2030 secara aklamasi. Keputusan ini dibaca banyak pihak sebagai bentuk konsolidasi sekaligus perlawanan terhadap praktik-praktik yang selama ini membebani pembinaan prestasi.

 

Dalam pidato perdananya, Rinaldi yang akrab disapa Aldi tampil lugas tanpa basa-basi. Ia menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak lahir dari manuver elit dan kedekatan personal, melainkan dari kerja kolektif yang berpijak pada sistem yang adil.

 

“Prestasi tidak akan pernah tercapai jika kita berjalan sendiri-sendiri. Lebih dari itu, prestasi tidak boleh lahir dari titipan dan kepentingan,” tegas Rinaldi.

 

Rinaldi secara terbuka mengingatkan bahwa biliar Kukar berada di persimpangan serius. Tanpa regenerasi atlet yang terencana dan berkelanjutan, organisasi hanya akan menjadi panggung seremoni tanpa prestasi nyata.

 

“Bibit muda harus ditangkap, dibina, dan dibesarkan bersama-sama. Jika tidak, prestasi hanya akan jadi cerita masa lalu,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa atlet senior maupun junior harus diperlakukan setara. Tidak boleh ada anak emas, apalagi atlet yang “diparkir” karena tak memiliki akses kekuasaan.

 

Pernyataan paling politis datang saat Rinaldi menyinggung sistem pembinaan yang selama ini dinilai tidak transparan. Ia menyebut, keadilan harus menjadi panglima dalam setiap program, mulai dari latihan, seleksi, hingga try out.

 

“Prestasi harus lahir dari proses yang bersih, bukan dari kedekatan atau titipan. Kalau sistemnya jujur, atlet akan percaya. Kalau atlet percaya, prestasi akan datang,” katanya.

 

Pernyataan ini secara tak langsung menjadi kritik keras terhadap pola lama yang kerap menempatkan kepentingan sempit di atas merit dan kualitas atlet.

 

Rinaldi menegaskan bahwa POBSI Kukar di bawah kepemimpinannya tidak boleh menjadi alat segelintir orang. Organisasi harus hadir sebagai rumah besar bagi atlet, klub, pembina, dan seluruh ekosistem biliar, termasuk pemilik rumah biliar yang selama ini merasa terpinggirkan.

 

“Organisasi harus merangkul, mendengar, bekerja, dan bertanggung jawab. Kalau POBSI hanya jadi stempel kekuasaan, prestasi tak akan pernah lahir,” tegasnya.

 

Ia menutup sambutan dengan penekanan bahwa target utama kepengurusannya bukan prestasi instan, melainkan prestasi berkelanjutan yang mampu mengangkat nama Kutai Kartanegara di level nasional.

👁️ 118 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Komentar (1)

M

Muhammad Romi jasman

1 month ago

MANTAPP KETUA!!!!!......

Memuat cuaca berdasarkan lokasi Anda...

Logo Portal