Resmi dilantik, MWC NU, PAC Muslimat NU dan PR NU se-Kota Bangun Siap Teguhkan Peran NU sebagai Perekat dan pemersatu umat
Penyerahan SK oleh ketua PCNU Kukar KH. Muhammad Askin

Resmi dilantik, MWC NU, PAC Muslimat NU dan PR NU se-Kota Bangun Siap Teguhkan Peran NU sebagai Perekat dan pemersatu umat

Oleh Boy • 08 February 2026

Daerah

Arusmahakam.id, Tenggarong — Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kota Bangun, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kota Bangun, serta Pengurus Ranting (PR) NU se-Kecamatan Kota Bangun resmi dilantik untuk masa khidmat 2025–2030. Pelantikan berlangsung khidmat di Aula MTsN 2 Kutai Kartanegara, Sabtu (7/2/2026).

 

Mengusung tema “Merawat Tradisi dan Syiarkan Aswaja An-Nahdliyyah”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan kembali Jam’iyyah Nahdlatul Ulama di wilayah Kecamatan Kota Bangun.

Pelantikan dan bai’at pengurus MWC NU Kota Bangun dan PR NU se-Kota Bangun dipimpin langsung oleh Rais Syuriah PCNU Kutai Kartanegara, KH. Machroji Anwar. Acara tersebut dihadiri Ketua PCNU Kukar  KH. Muhammad Askin, jajaran pengurus PCNU, Ketua Muslimat NU Kutai Kukar, Camat Kota Bangun Abdul Karim, organisasi kepemudaan, serta para tokoh ulama, pendidikan, dan masyarakat.

 

Ketua MWC NU Kota Bangun, Abiansyah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pengurus MWC NU, Pengurus Ranting NU, serta PAC Muslimat NU atas kerja sama dan kolaborasi yang terjalin dalam menghidupkan kembali Nahdlatul Ulama di Kota Bangun.

 

“Perjuangan menghidupkan kembali NU di Kota Bangun tentu tidak mudah. Namun, secara kultur masyarakat kita menganut Ahlussunnah wal Jamaah. 

 

Dukungan para tokoh masyarakat dan alim ulama akhirnya mampu membentuk sembilan ranting NU dari sebelas desa yang ada di Kecamatan Kota Bangun,” ujarnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Kecamatan Kota Bangun sangat responsif terhadap kehadiran NU. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan Camat Kota Bangun, Abdul Karim, untuk menjadi Mustasyar MWC NU Kota Bangun.

 

Abiansyah menambahkan, kehadiran Nahdlatul Ulama di Kota Bangun diharapkan menjadi perekat dan pemersatu masyarakat. Ia mengingatkan seluruh pengurus NU agar berkhidmat dengan tulus tanpa mengharapkan keuntungan pribadi.

 

“Jangan mencari-cari manfaat dari NU, tetapi justru kitalah yang harus memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada NU dan masyarakat,” tegasnya.

 

Ia berharap MWC NU Kota Bangun dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta bersinergi dengan pemerintah kecamatan dalam membangun Kota Bangun yang lebih bersinar.

 

Sementara itu, Suriansyah, perwakilan Pemerintah Kecamatan Kota Bangun, menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus MWC NU dan Ranting NU yang diisi oleh tokoh-tokoh ulama, pendidikan, dan masyarakat. Ia meyakini NU akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan di Kecamatan Kota Bangun.

 

Dalam arahannya, Ketua PCNU Kutai Kartanegara KH. Muhammad Askin menegaskan bahwa para pengurus yang dilantik adalah orang-orang yang mengurusi NU, bukan yang diurusi NU.

 

“Berikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk Nahdlatul Ulama. Insyaallah keberkahan para muassis NU akan menyertai kita,” ujarnya.

 

Ia mengutip dawuh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, bahwa siapa pun yang mau mengurusi NU akan dianggap sebagai santri beliau dan akan didoakan husnul khatimah beserta anak cucunya.

 

KH. Muhammad Askin juga mengajak seluruh pengurus NU untuk terus merawat tradisi-tradisi baik yang telah diwariskan ulama, sembari tetap melakukan inovasi demi kemajuan Nahdlatul Ulama.

 

Pelantikan ini diikuti oleh total 268 peserta Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, terdiri dari 38 pengurus MWC NU Kota Bangun, 100 pengurus ranting NU, dan 130 pengurus PAC Muslimat NU Kota Bangun

👁️ 153 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Memuat cuaca berdasarkan lokasi Anda...

Logo Portal