Sangatta – Desa Swarga Bara memiliki ambisi besar untuk mengoptimalkan potensi wisata lokal, khususnya Telaga Batu Arang. Kepala Desa Swahyuddin Usman menyatakan, desa ingin mengambil alih pengelolaan kawasan tersebut yang saat ini masih dalam pengawasan PT Kaltim Prima Coal (KPC).
“Harapannya Desa Swarga Bara bisa dapatkan itu. Telaga Batu Arang saat ini belum ada yang mengelolanya secara resmi, karena masih masuk pantauan PT KPC,” ujar Wahyu saat ditemui beberapa waktu lalu.
Menurut Wahyu, fasilitas di Telaga Batu Arang sudah representatif dan cukup layak untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. “Kita hanya tinggal poles sedikit saja. Fasilitasnya sudah cukup layak dan siap menunjang pengembangan wisata,” tegasnya.
Secara administratif, Telaga Batu Arang memang berada dalam wilayah Desa Swarga Bara. Batas desa di bagian atas, menuju Rantau Pulung, ditandai dengan tugu dan dua gapura yang jelas.
Tak hanya wisata telaga, desa juga menyiapkan pengembangan agrowisata. Lahan pertanian di perbatasan desa kini ditanami jeruk dan durian oleh para petani lokal. Wahyu memprediksi, hasil panen akan siap dinikmati dalam lima tahun ke depan.
“Ini membuka peluang wisata terpadu, pengunjung tidak hanya menikmati keindahan Telaga Batu Arang, tapi juga bisa petik buah segar di lahan pertanian lokal,” tambahnya.
Dengan langkah ini, Desa Swarga Bara berharap Telaga Batu Arang dan kawasan pertanian sekitarnya bisa menjadi destinasi wisata unggulan yang membawa manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat desa. (Adv)