Sangatta – Kecamatan Sangatta Utara mempertegas posisinya sebagai simpul koordinasi utama dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Camat Hasdiah Dohi menegaskan bahwa pembinaan UMKM bukan lagi agenda tambahan, melainkan bagian yang menyatu dengan tugas pokok kecamatan dan dilaksanakan melalui kolaborasi lintas OPD serta lembaga masyarakat.
Hasdiah menyebut, dukungan kepada pelaku usaha lokal merupakan fungsi melekat bagi pihaknya.
“Pembinaan terhadap UMKM itu berjalan otomatis, karena memang menjadi bagian dari program kerja kami untuk masyarakat,” ujarnya.
Kecamatan berperan sebagai pintu utama yang menghubungkan pelaku UMKM dengan program pelatihan dari dinas teknis. Melalui jalur ini, kecamatan menyeleksi sekaligus menyusun daftar UMKM yang dinilai layak mengikuti pembinaan.
“Biasanya pembinaan dari OPD itu melalui kami. Jadi kecamatan yang menentukan UMKM mana yang memenuhi syarat untuk ikut pelatihan,” jelas Hasdiah.
Selain dukungan OPD, Kecamatan Sangatta Utara juga memaksimalkan peran Tim Penggerak PKK. Dengan struktur berjenjang yang kuat—mulai dari Dasawisma hingga kabupaten—PKK menjalankan program UP2K yang menyasar keluarga dan ibu rumah tangga sebagai pelaku UMKM potensial.
“Struktur PKK itu sangat lengkap dan terintegrasi, sehingga pembinaan bisa berjalan lebih terarah,” tambahnya.
Pembinaan yang dilakukan mencakup pelatihan produksi, peningkatan kualitas, hingga manajemen usaha. Namun kecamatan juga memberi perhatian khusus pada aspek pemasaran.
Pelaku UMKM didorong untuk mengikuti berbagai event, pameran, dan kegiatan publik yang dapat meningkatkan eksposur produk lokal.
Menurut Hasdiah, sinergi berlapis inilah yang memungkinkan Sangatta Utara menjadi salah satu wilayah dengan tingkat pemberdayaan UMKM yang paling aktif.
“Kami tidak hanya fokus mengembangkan keterampilan mereka, tetapi juga memastikan produk UMKM punya ruang untuk dikenal luas,” tutupnya. (Adv)