Pelatihan Ekonomi Kreatif Dongkrak UMKM Pulau Miang, Dispar Kutim Perkuat Kemandirian Warga

Pelatihan Ekonomi Kreatif Dongkrak UMKM Pulau Miang, Dispar Kutim Perkuat Kemandirian Warga

Oleh Bahroni • 24 November 2025

Advertorial Diskominfo Kutim

SANGKULIRANG — Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat kawasan pesisir kembali digaungkan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur (Kutim) melalui program “Jelajah Pulau Miang”. Bekerja sama dengan Komunitas Nasib Baik, kegiatan tahun ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM setempat lewat ragam pelatihan ekonomi kreatif. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Kutim untuk memperkuat ekonomi masyarakat pulau sekaligus mendukung pengembangan sektor wisata bahari.

 

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, warga dilatih langsung oleh relawan Berani Berdampak yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Kutim, luar Kaltim hingga luar pulau. Materi pelatihan meliputi pembuatan amplang, sambal raci, keripik pisang, serta berbagai produk kerajinan berbahan kerang yang selama ini menjadi potensi khas Pulau Miang.

 

Pelatihan tidak hanya menekankan proses produksi, tetapi juga membekali peserta dengan strategi pengemasan, peningkatan kualitas produk, hingga pemasaran digital. Para peserta diajarkan cara memanfaatkan media sosial, membuat konten promosi, sampai penggunaan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS agar UMKM setempat bisa bersaing dan memperluas pasar.

 

Kepala Desa Pulau Miang, Alimuddin Daud, menyebut warganya merasakan perubahan signifikan. “Banyak ilmu baru yang kami dapatkan. Produk amplang kami sekarang lebih renyah, dan kami mulai paham cara menjual secara online. Penggunaan QRIS juga sangat memudahkan penjualan,” ungkapnya.

 

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang menghadiri penutupan program pada Rabu (19/11/2025), memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai efektif meningkatkan kapasitas masyarakat.

 

“Kegiatan semacam ini harus diteruskan karena manfaatnya langsung dirasakan warga dan berkontribusi bagi pengembangan pariwisata,” ujarnya.

Ia berharap program serupa dapat diterapkan di desa-desa wisata lain di Kutim. 

 

“Jika masyarakat dibekali keterampilan, pertumbuhan ekonomi terasa langsung,” tambahnya.

 

Program “Jelajah Pulau Miang” kembali dipandang sebagai contoh model pemberdayaan terpadu yang menyatukan penguatan ekonomi kreatif dan daya tarik wisata. Dengan peningkatan keterampilan, produk unggulan baru, dan akses pemasaran lebih luas, upaya ini dinilai menjadi pijakan kuat menuju ekonomi pesisir yang berkelanjutan. (Adv)

👁️ 261 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Memuat cuaca berdasarkan lokasi Anda...

Logo Portal