KUTAI TIMUR — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Timur memanfaatkan dana karbon sebagai salah satu sumber pembiayaan untuk mendukung perencanaan, pelatihan, dan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.
Kepala DPMD Kutim, Basuni, menegaskan bahwa dana ini masih aktif digunakan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap berbagai program pembangunan desa.
“Dana karbon masih ada dan sangat membantu, terutama untuk perencanaan, pelatihan, dan pembangunan berkelanjutan,” kata Basuni.
Menurut Basuni, dana karbon menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong desa-desa di Kutim agar lebih mandiri dan berkelanjutan.
Dana ini digunakan untuk pelatihan kapasitas aparatur desa, perencanaan pembangunan yang ramah lingkungan, serta proyek-proyek yang mendukung keberlanjutan ekonomi dan sosial masyarakat desa.
Selain itu, dana karbon membantu desa mengimplementasikan program-program pembangunan yang sejalan dengan prinsip lingkungan, seperti pengelolaan hutan desa, konservasi, dan program ekonomi hijau yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak ekosistem.
Basuni menambahkan bahwa pemanfaatan dana karbon dilakukan dengan pengawasan ketat dari DPMD untuk memastikan setiap penggunaan dana tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan dukungan dana ini, DPMD Kutim berharap desa-desa di Kutim tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas internal, tetapi juga menyiapkan program pembangunan yang lebih berkelanjutan, sekaligus mendukung target-target lingkungan dan sosial yang ditetapkan pemerintah pusat. (Adv)