DPMD Kutim Beberkan Status Penyerapan Dana RT Rp250 Juta, Desa Diminta Gerak Cepat

DPMD Kutim Beberkan Status Penyerapan Dana RT Rp250 Juta, Desa Diminta Gerak Cepat

Oleh Bahroni • 12 November 2025

Advertorial Diskominfo Kutim

KUTAI TIMUR — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan bahwa alokasi Dana RT sebesar Rp250 juta per RT telah sepenuhnya ditransfer ke pemerintah desa. 

 

Namun, pelaksanaan kegiatan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan waktu dan kesiapan desa dalam memanfaatkan anggaran tersebut. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutim, Basuni, saat menjelaskan progres penyerapan dana tahun anggaran berjalan.

 

Basuni menegaskan bahwa pihaknya telah memastikan seluruh dana masuk ke rekening desa, sehingga secara administratif tidak ada hambatan pada proses transfer dari pemerintah kabupaten. 

Kendala lebih banyak terjadi pada tahap pemanfaatan, ketika desa harus melakukan penyusunan kegiatan, pengadaan, hingga pelaksanaan fisik dalam waktu yang relatif sempit.

“Transfernya sudah masuk ke desa. Yang kadang terhambat adalah pemanfaatannya karena waktu pelaksanaan yang mepet,” jelas Basuni.

 

Kondisi tersebut, menurutnya, menyebabkan beberapa desa tidak dapat menyelesaikan seluruh kegiatan yang direncanakan dalam satu tahun anggaran. 

Jika hal itu terjadi, sisa dana tidak otomatis hangus, melainkan akan tercatat sebagai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) desa.

 

“Kalau tidak terserap, menjadi SiLPA desa dan bisa dipakai lagi tahun depan,” tambahnya.

Basuni menjelaskan bahwa mekanisme SiLPA ini memberikan ruang bagi desa untuk tetap melanjutkan kegiatan yang belum terlaksana, sepanjang direncanakan ulang dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran berikutnya.

 Ia menekankan bahwa desa harus bekerja cepat dan cermat agar penggunaan dana berjalan efektif dan sesuai regulasi.

 

DPMD Kutim juga mengingatkan desa untuk mempercepat proses perencanaan, terutama pada kegiatan yang bersifat fisik dan membutuhkan waktu pengerjaan lebih lama. 

Dengan alokasi dana yang besar dan manfaat yang sangat diharapkan masyarakat, pemerintah daerah ingin memastikan setiap rupiah digunakan secara tepat sasaran.

 

Basuni menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan monitoring dan pendampingan intensif agar penyerapan Dana RT dapat meningkat dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan lingkungan serta kesejahteraan warga di tingkat RT. (Adv)

👁️ 232 kali dibaca

Tinggalkan Komentar

Memuat cuaca berdasarkan lokasi Anda...

Logo Portal